Pembebasan lahan twin road Maospati-Magetan berjalan lamban.Penyebabnya,kinerja tim sembilan bentukan pemkab dinilai lesu darah.”Respon tim sembilan terbilang lamban dalam menyikapi perkembangan yang terjadi di setiap desa yang dilintasi twin road,”ujar Wakil Ketua DPRD Magetan H Sutikno kemarin (5/5).

Dia mencontohkan,perkembangan pembebasan lahan di kawasan Desa Sugihwaras,Kecamatan Maospati.Pemerintah desa setempat sudah melangkah sesuai instruksi tim sembilan terkait pembebasan lahan.Namun,setelah pemerintah desa berembug dengan Badan Perwakilan Desa (BPD)dan pemilik lahan,ternyata tim sembilan lamban merespon.
Pemilik lahan dan pemerintah desa Sugihwaras sudah sepakat dengan megaproyek twin road ini.Hanya saja, sebagai pemilik menginginkan pengukuran ulang.”Tapi, sampai saat ini,belum ada langkah kongkret dari tm sembilan,”kata Sutikno, wakil rakyat dari PAN asal Sugihwaras itu.

Data koran ini,jalur kembar Maospati-Magetan itu melintasi Sugihwaras.Setidaknya ada 125 pemilik lahan yang terkena megaproyek ini.Hingga saat ini,sudah ada 60 pemilik lahan yang menerima ganti rugi tanah. Sedangkan 64 sisanya belum menerima. ”Yang belum menerima itu sebagian masih bermasalah karena berhubungan dengan tanah kas desa.Dan tim pemerintah desa sudah berjalan sesuai arahan tim sembilan,”terang Sutikno yang juga anggota BPD Sugihwaras itu.

Karena itu,Sutikno tidak heran jika masalah pembebasan lahan di Pojoksari dan Sukomoro juga berlarut-larut. Khusus di Sugihwaras,terang ketua DPD PAN Magetan ini, ada selisih data luasan tanah antara DPU dan BPN. ”Karena ada selisih itulah,akhirnya pemilik lahan meminta pengukuran ulang,”terang dia.

Berdasarkan data,panjang jalan twin road ini sekitar 11,5 Km dengan lebar jalan kira-kira 14 meter. Diprediksi anggaran pembangunannya menelan dana Rp 79,5 miliar.Dana tersebut bersumber dari APBD Magetan, APBD Jatim dan APBN Pusat. Kepala Dinas Pekerjaan Umum(DPU)Magetan Bambang Setiawan mengatakan memang ada sebagian lahan yang dilintasi proyek twin road yang belum klir.Namun, Bambang menyatakan,tim sembilan terus bekerja untuk merampungkan proyek jalan kembar itu.”Memang ada lahan yang belum rampung pembebasannya.Ini menjadi PR untuk segera diselesaikan,”kata Bambang.

Hingga kini,lanjut dia,pembebasan lahan twin road sudah mencapai 75 persen yang terbayarkan.”Untuk yang Sugihwaras,prosesnya masih berjalan.Yang Sukomoro, segera akan dilakukan komunikasi.Kemudian,yang sudah disetujui,prosesnya terus dilanjutkan,”jelas dia.

Sumber:

http://kotamagetan.com